Wednesday, April 14
CERPEN : HEAL THE WORLD by Wulan Arisa
“shalalalalalalala,”..... Nyanyian sederhana tersebut terlontar dari bibir tania. “hari yang begitu cerah, ke rumah teman-teman ah! Cari happy.” Katanya dalam hati.
Braakkk!!!! Tiba-tiba sepeda yang dibawanya menabrak sebuah batu besar yang mengakibatkan dirinya terjatuh. Tania terjatuh, tepatnya ia terdampar di got comberan.
“ ya allah, kapan sich aku gak jatuh di got.”Katanya kesal.
Karena, dari dulu tania mendapat sial yang selalu berurusan dengan got. Dua hari yang lalu ia terjatuh di got, karena waktu itu ia berlari, bercanda dengan temannya. Akhirnya, kakinya lecet lagi, untuk yang kesekian kalinya. Untung aja bekasnya bisa hilang, jadi kakinya tak kelihatan bertato (he,,,he,,,). Dua tahun yang lalu, tania juga terjatuh di got, waktu itu ia mengejar kelinci peliharaannya. Waktu itu kelincinya lari ke dekat got-got taman, kaki tania tersandung oleh sebuah kayu yang cukup besar, taniapun terjatuh dan mengakibatkan pendarahan di kepalanya. Kepala tania terkena dinding got yang permukaannya sangat kasar. Pernah juga waktu dia duduk di kelas dua sekolah dasar, tania bermain-main dengan teman-teman sebayanya. Tania bermain didepan rumah, karna keasyikan main dan tertawa, ia pun kebelet pe-dua-pe-tambah-es pipis. Karena enggan untuk ke toilet, ia pun nekat pipis di got samping rumahnya. Waktu ingin pergi dari got, ia pun terjatuh kedalam got, kebetulan didalam got tersebut ada pecahan kaca (wow!!!Serem banget ya..). Tania pun dilarikan kerumah sakit. Bibirnya terluka dan di jahit sebanyak 4 jahitan kecil. Itu merupakan kenangan yang akan selalu teringat bagi tania, karena bekas jahitan tersebut tidak akan hilang.
“ jatuh lagi tan?” Ujar lala dari belakang. Lala segera menarik tangan tania untuk membantunya berdiri.
“ makasih ya..” Ucap tania.
“kebetulan aja kok, oya.. Tan, mau ikutan gak?” Ajak lala.
“ kemana?” Tanya tania sambil membersihkan sedikit bekas tanah di celananya.
“ ke kolong jembatan.” Jawab lala singkat.
“ ikuuuuutt!!!” Kata tania langsung.
“ ayo!! Kebetulan, kamu kan bisa membantu aku untuk mengajar anak anak jalanan disana,” kata lala senang. “ tania kan pintar bahasa arab, jadi bisa ngajarin anak-anak itu bahasa arab.”Sambungnya lagi.
“ tapi aku ada ide lain” kata tania dengan tatapan mata yang bikin orang penasaran.
“apa??” Tanya lala bingung.
“ suprisee...” Jawab tania girang. Mereka berduapun pergi ke kolong jembatan dengan sepeda tania.
15 menit perjalanan, mereka pun sampai di kolong jembatan.
“ waw!! Rame banget orangnya.” Kata tania. Ia pun segera turun dari sepedanya dan berjalan mengikuti langkah lala yang berjalan didepannya.
“ kak tania datang ya....” Kata bunga yang berlari sembari memeluk dan memegang erat tangan tania.
“ yah... Musibah banget nich!!” Kata tania dalam hati sembari senyum kecut terhadap bunga. Bunga adalah salah satu fans beratnya tania. Disekolah tania paling senang membuat karangan fiksi cerita anak-anak. Ceritanya tersebut sangat di sukai bunga, sehingga waktu itu tania sempat membuat cerpen khusus untuk bunga, yang bikin bunga ke-sem-sem pengen dekat tania terus. Walaupun tania kagum mempunyai fans kayak bunga, tapi lama-lama bikin kesal juga.
“ kak tania, pasti gak happy hari ini,” kata bunga kepada tania.
“ kenapa manis?” Tanya tania lembut.
“ karena, kak rafli juga datang kesini.” Jawab bunga.
“ whattt!!!!” Kaget tania, matanya terpolotot hampir mau jatuh. “parasit datang?ups!!” Sambungnya tak percaya. Namun ia keceplosan ngomong tentang nama panggilan rafli.
“ parasit?” Bingung bunga. Selama ini bunga tahu kalau tania sangat tidak senang dengan kakak keduanya itu. Tapi ia baru tahu kalau nama ejekan kakaknya itu adalah parasit.
“ salah ngomong. Udah-udah ayo kita kesana” kata tania blak-blakan sehingga mengajak bunga untuk melihat kegiatan. Bungapun hanya mengikuti langkah idolanya tersebut.
Mereka pergi menuju tempat belajar anak-anak kecil, kebetulan yang mendapat giliran mengajar adalah rafli, sang juara kelas.
“ iddiiiihh,,,, ngapain parasit ada disitu.” Kata tania dalam hati. Rafli adalah saingan terberat tania. Nilai mereka sering bersaing, kadang-kadang rafli mendapat nilai yang tinggi dari tania, tapi tania juga sering mendapat nilai tinggi dibanding rafli.
“ datang juga ya... Padahal kemarin aku lupa lho, ngajak kamu!” Kata eliz, teman sekelas tania.
“ ntu tadi si lala, yang ngajak aku kesini.” Jawab tania. Tania pergi kesudut rumah kardus di tepi kolong jembatan, ia menelpon pembantunya untuk membelikan hand wash dan mengantarnya ke lokasi ia berada.
***
Pelajaran yang kedua juga akan di jelaskan oleh rafli. Yaitu pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Dipanggilnya rafli untuk yang kedua kalinya semakin membuat hati tania panas.
“rafli,rafli,rafli, kenapa sich gak orang lain aja. Bosen nich kuping denger nama dia terus.” Kesal tania dalam hati. Setelah usai rafli mengajar, taniapun dipanggil untuk maju kedepan, untuk menjelaskan pelajaran bahasa inggris.
“ hah??? Gawat nich,,, tania kan kurang suka dengan pelajaran bahasa inggris, gimana mungkin dia ngajar bahasa inggris didepan.” Panik lala. Begitupun dengan tania, wajahnya memerah. Namun, ia tak mau memperlihatkan muka takutnya kepada rivalnya sang parasit. Dengan 1% keberanian dan 99% ketakutan, tania pun maju kedepan.
“duh gimana nich..” Paniknya dalam hati.
“ walo pun dikit-dikit tetap di hargai kok!!” Ejek rafli yang melihat wajah gugup tania. Tania hanya memanyunkan bibirnya.
“duh... Udah 10 meter tu bibir.!!” Teriak rafli. Hati tania semakin panas membara.
“eh,,, you!! Pliese you not speak again. You understein!!” Kata tania kesal sembari mengutarakan telunjuknya kepada rafli. Rafli hanya terdiam, tak disangkanya pula kalau tania mampu berbahasa inggris.
“ok!! Sekarang kita mulai. How are you my brother and my sister?” Ucap tania sedikit berani.
“ apaan tu.” Kata seorang anak lelaki bingung.
“ astagfirllah, maaf ya... How are you my brother and my sister itu artinya apa kabar saudara-saudaraku.” Jelas tania lembut.
“ baik kak!!” Jawab seoran gadis kecil yang manis, namun kemanisannya tersebut tertutup oleh kekumuhan pakaiannya.
“ my brother and my sister, jika kita ditanya dengan bahasa inggris, maka di jawab dengan bahaa inggris. Jika ditanya how are you my brother and my sister, maka jawabannya adalah i’m fine, jika berkeadaan baik. Ayo kita coba!! Siap..!!” Jelas tania sambil memberi semangat untuk belajar.
“ siap!!” Jawab anak-anak kompak.
“ok. Know we are practice in english.. How are you my brother and my sister?” Tanya tania semangat.
“ i’m fine.” Jawab anak-anak kompak. Taniapun mengajar beberapa materi sederhana yang ia ketahui.
***
“akhirnya datang juga...” Kata tania yang melihat pembantu rumahnya membawa beberapa botol hand wash dan makanan ringan. Sekarang adalah waktu istirahat. Anak-anak banyak mendekati rafli, mereka bercerita dan bermain-main. Tujuan tania untuk membawa hand wash adalah ia ingin merasakan menjadi duta, karna yang terpilih untuk menjadi duta cuci tangan sebagai perwakialan sekolah adalah rafli. Karna juga ingin tania mengambil kesempatan di hari ini. Tania pun mencoba mengalihkan perhatian anak-anak kepadanya. Anak-anak pun semua mendekati tania. Tania meletakkan hand wash dan dua ember air di dekat meja yang sepertinya sudah lapuk. Anak anak pun duduk rapi didepannya, begitupun tania yang ikut duduk dibawah, walaupun hanya dilapisi kardus.
“ siapa yang setiap makan, selalu cuci tangan?” Tanya tania.
“makan?? Kalau saya sich tergantung. Kalo dapat makannya malam yach gak mungkin cuci tangan, soalnya jauh kalo mau cari air. Tapi kalo dapatnya pagi, saya bisa mengambil air bekas cucian rumah makan” kata seorang anak laki-laki yang beumur sembilan tahun. Taniapun tak percaya hal itu, air matapun mengalir di pipinya.
“ adek, kamu makan berapa kali sehari?” Tanyanya sambil menghapus airmatanya.
“ satu kali, itupun kalo dapat.” Jawab anak kecil itu. Tania meneteskan air matanya lagi. Tak di percaya betapa kejamnya dunia ini.
“ kalau adek yang satu ini, cuci tangan tidak?” Tanya terhadap gadis kecil mungil yang kusam.
“gak!! Soalnya ketika habis mulung, saya langsung dikasih makan, kebetulan saya lapar jadi langsung di makan.” Jawab anak kecil itu dengan polos.
“apakah adik tidak takut sakit?” Tanya tania. Anak kecil itu tertunduk lesu.
“ sudah-sudah jangan sedih lagi.. Kakak ada sedikit makanan. Tapi kita harus cuci tangan dulu ya...” Kata tania semangat.
“ adik-adik tau tidak, kalau tidak cuci tangan sebelum makan itu sangat berbahaya. Setidaknya ada berapa ribu anak kecil yang meninggal gara-gara hal tersebut di setiap tahunnya.” Jelas tania sambil memberikan hand wash ketangan anak-anak tadi. Seusai itu ia mempraktekkan cara mencuci tangan dengan benar. Sebagaimana, yang pernah diajarkan oleh orang dari dinas kesehatan, yang pernah datang kesekolahnya. Setelah cuci tangan merekapun makan. Melihat anak-anak makan dengan lahap, tania tampak senang sekaligus khawatir, melihat keadaan indonesia yang begitu kritis baginya. Anak-anak terlantar tak terurus. Padahal anak-anak seusia mereka itu harus fokus untuk belajar.
“heal the world, heal the world sederhana yang kulakukan sekarang akan ku ingat selalu. Menyelamatkan generasi indonesia dengan ilmu pendidikan dan sedikit tentang kesehatan. Namun walaupun sedikit itu tetap berharga.” Curah tania dalam hati. Tania termasuk anak yang sensitif, mudah nangis, dan sering di ejek cengeng. Namun, itulah tania. Dibalik sifatnya itu ternyata ia sangat peduli dengan sesama.
“ sudah, jangan nangis lagi. Liat tuch udah merah.” Kata rafli sambil memberikan sapu tangan kepada tania. Melihat hal itu tania tampak bingung.
“kesambet setan apa nich, manusia.” Batinnya dalam hati. Tania hanya diam saja melihat rafli yang memberikan sapu tangannya.
“ tenang aja, sudah di cuci kok!” Canda rafli. Tania hanya tersenyum.
“udach baikan ya??” Tanya bunga yang tiba-tiba muncul.
“ apaan sich..” Kata tania.
“ kak, kakak tau tidak kalo kak tania ngejek kakak itu apa?” Tanya bunga pada rafli.
“ parasit kan?” Jawab rafli.
“ kok tau sich,,” bingung tania.
“ siapa dulu donk!! Rafliii!!!!!!!!!” Ucap rafli bangga.
“ sombooooooongggg!!!!” Balas tania dan bunga kompak. Tak ada permusuhan lagi, yang ada hanya persahabatan yang menyenangkan.
***
Malamnya pukul 19.05 di kamar tania. Tania meraih pulpen dan secarik kertas.
Dear pak presiden
Apa kabar pak? Ini adalah kali pertama saya mencoba menulis surat untuk bapak. Saya tahu bapak sibuk, tapi bapak harus baca suratku ini. Walaupun saya bukan siapa-siapa, tapi harus ditanggapi juga donk! ^_^... Gi ni lho pak, di kolong jembatan beberapa kilometer dari rumahku ini. Bapak tau tidak? Betapa kritisnya kehidupan anak-anak jalanan disana. Tak ada sekolah dan tak ada bermain. Yang ada hanya derita. Namun, saya salut karna mereka masih mampu tersenyum dan selalu bersyukur meskipun apa adanya. Namun, setidaknya kita harus mengubah mereka menjadi seseorang yang berpendidikan. Karna itu adalah hak mereka sebagai generasi republik indonesia. Bekerja itu belum layak untuk mereka pak.! Saya khawatir dengan perkembangan mereka nanti. Karena, seperti yang sering saya lihat di televisi, pergaulan di kolong jembatan itu kurang baik. Karena, mereka nanti akan disiksa oleh preman-preman yang kejam dan bertato banyak. Berbadan tegap, besar,kulit hitam, dan berambut gondrong ( serem banget pokoknya!!). Saya mau usul plus minta tolong nich, ama bapak. Sebaiknya bapak membuat sebuah yayasan berasrama gratis untuk mereka. Untuk anak-anak jalanan itu. Agar mereka bisa menjadi generasi indonesia dan memajukan negeri ini. Belum tau lho,, diantara mereka nanti ada yang menjadi pengganti bapak, yaitu menjadi presiden juga. Tapi, walaupun sekolahnya untuk anak tak mampu, fasilitasnya harus sama seperti sekolah terkenal. Jangan di beda-bedakan ya,,,,. Saya juga mau usul, gimana kalo para preman dan penjahat itu, ditangkap. Namun, awalnya di berikan pencerahan tentang agama gitu. Agar mereka taubat. Sejenis ESQ gitu lho.. ^_^. Lalu baru di masukkan ke penjara. Di dalam penjaranya itu harus ada fasilitas buku-buku agama, alquran, dan perlengkapan sholat. Nach, dengan begitu negara ini sedikit aman. Mereka mencuri, berbuat jahat, dll-nya itu, juga bukan kehendak mereka. Mereka juga merupakan korban dari miskin ilmu. Coba saja dulu mereka waktu kecil sekolah sampai selesai. Sudah tentu mereka tak akan menjadi preman, penjahat, dan sebagainya. Jadi tak ada yang harus di kagetkan lagi, karena tak ada pekerjaan yang dapat menerima mereka dengan layak. Namun, mereka juga punya salah sich, setidaknya menjadi tukang parkir daripada pencuri. Walaupun sedikit , namun halal. Namun karna “kemiskinan ilmu” tadi, jadi tak terfikirkan olehnya. Jadi kita sama-sama maklumi aja. Satu lagi, bapak juga harus membrantasi para koruptor. Pak, bu, kenapa sich kalian korupsi? Gak kasiahan ya.? Lihat anak-anak yang jadi korban. Pak,bu, kalian yang korupsi itukan mayoritas para pejabat dan orang kaya, jadi untuk apa lagi korupsi? Memang semewah apa sich! Kehidupan yang kalian inginkan?. Pak itu pesanku buat para koruptor,ok!!. One again,, brosur ataupun penjelasan tentang kesehatan lebih di universalkan lagi yach?? Agar masyarakat indonesia ini bebas dari penyakit. Sehingga mampu mengurangi tingginya angka kematian perharinya, hanya karna penyakit yang diakibatkan oleh masalah sepele. Nach kalo semuanya sudah dilakuin, waw!!! Pasti indonesia menjadi negri paling merdeka, makmur, aman, dan tentram. Menjadi sebuah negri impian di dunia ini. Bebas dari virus kejahatan, virus korupsi, dan virus-virus lainnya. Semangat pak presiden!! Engkau pasti bisa!! Berjuang!! Kami mendo’akamu. Bersama kita selamatkan dunia ini!! Selamatkan indonesia tercinta ini!! Heal the world!!
Salam manis dariku tania ningsih. Jangan lupa di tanggap, dibalas, dan dilakukan ya...☺Tania
Kertas tersebut di masukkan ke dalam sebuah amplop biru muda. Walaupun surat ini untuk sang presiden, namun tania menganggap mengirim surat untuk sahabatnya sendiri.
***
Sebelum berangkat ke sekolah, tania mampir ke kantor pos untuk mengirim surat tersebut. Namun, kantor pos belum buka jadi nanti waktu pulang sekolah ia akan mengirimnya. Taniapun pergi menuju sekolah. Hari ini adalah hari bahasa, hari yang paling tak di senangi tania. Karena hari ini diwajibkan untuk berbicara bahasa inggris.
Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran usai dan tania segera pulang dengan cepat. Mobil yang dikendarai sopirnya itu langsung melaju ke kantor pos. Karena jam empat sore itu, biasanya sudah tutup.
“ stop!! Jangan ditutup dulu mbak!!” Kata tania yang bergegas memegang tangan seorang perempuan yang sedang mengunci pintu kantor pos.
“ tapi ini sudah tutup dek, sudah sore!!” Jelas mbak tersebut.
“ pliese lah mbak!!” Pinta tania.
“ ya... Sudahlah” kata mbak tersebut sambil membuka kembali pintu kantor pos tersebut.
“thank’s ya... Mbak” ucap tania .
“akhirnya suratku terkirim juga. Kan lebih cepat lebih baik (kayak pak jk aja ya? He...he...” Katanya dalam hati.
***
Seminggu, dua minggu, belum ada kabar apapun tentang surat yang dikirim tania. Sekarang sudah sampai untuk yang ke tiga minggunya, tania menanti tanggapan atau balasan surat tersebut. Harapan tania pun hampir hilang. Hari ini adalah hari minggu, jadwal untuk bertamu ke kolong jembatan sebelum menjadi istana pendidikan. Melihat senyum manis anak-anak jalanan tersebut, semakin membuat tania sedih. Karena ia telah gagal untuk membantu mereka. Tania lebih sering melamun dan meneteskan air matanya seketika. Para teman-teman dan yang lainnya bingung akan sifat tania sekarang. Tania kepergok sedang menangis sedih oleh seorang gadis cilik yang mungkin baru beumur 5 tahunan. Dengan suara lugunya ia bertanya terhadap tania.
“kakak kenapa nangis? Kenapa gak menjadi setegar aku? Kalau kakak sedih, kami semua ikut sedih.” Katanya sambil menghapuskan air mata tania dengan tangan mungilnya.
“ siapa bilang kakak sedih, lagian tadi itu mata kakak sakit jadi mata kakak berair, bukan sedih!!” Jelas tania berbohong.
“ wah!! Kak rafli mengajak kita untuk jalan kerumahnya lho..” Kata seorang anak laki-laki yang memberitahukan kepada tania dan gadis mungil tersebut.
“horee!!!!” Teriak gadis mungil itu.
Mereka pun pergi ke rumah rafli dengan menggunakan mobil rafli dan mobil lala. 20 menit perjalanan, mereka sampai kerumah rafli. Mereka bermain dan belajar di rumah rafli tersebut. Hari ini mereka akan jalan-jalan ketaman bermain. Bagi anak laki-laki mereka mengenakan baju rafli yang sudah kekecilan sedangkan anak perempuan memakai baju bunga. Mereka bermain outbond disebuah wahana. Seru dan mengasyikkan sekali.
Sorenya sepulang outbond, mereka pulang ke rumah rafli untuk menonton tv bersama. Mereka menonton siaran yang bersifat edukasi. Dan menonton berita-berita terkini.
“stop!! Chanel ini saja!” Kata bunga. Mereka menonton tentang berita terbaru pak presiden.
“pak presiden mengucapkan ma’af sebesar-besarnya,” baca rafli. “ wah! Minta maaf apa tuch!” Tambah rafli penasaran.
“ pantesan my letter gak dibalas, soalnya pak presiden lagi sibuk-sesibuk-sibuknya” kata tania dalam hati.
Mereka akhirnya menanti berita tersebut. Karna iklan. Dengan durasi sekita 5 menit.
“ mari kita simak, berita terbaru tentang pak susilo bambang yudhoyono berikut ini. Pak sby mengucapkan ma’af sebesar-besarnya terhadap seorang siswi smp karena ada kesalahan selama ini. Berikut adalah penuturan langsung dari pak sby sendiri.” Kata presenter acara tersebut. Lalu tetampillah pak sby dilayar tv.
“ ma’af dan terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada ananda tania ningsih. Yang telah berpartisipasi akan negara indonesia ini. Sekali lagi ma’af, karena surat itu lupa terbaca oleh saya, karena waktu menerima surat itu saya dikejutkan dengan urusan mendadak. Sehingga suratnya tergeletak diatas lantai. Dan oleh istri saya, di letakkannya di dalam laci. Jadi sama-sama lupa. Surat ananda tania baru saya baca kemarin sore. Saya sangat terharu akan ketangguhan dan keinginan anda akan perubahan indonesia ini. Jadi sebagai tanda terima kasihnya, saya berjanji akan mendirikan sebuah sekolah yang anda inginkan tersebut, insyaallah, amin. Dan mengenai yang lainnya saya juga mengucapkan terimakasih. Insyaallah, saran dan kritik ananda akan saya terima. Dan mari kita bersama berjuang untuk indonesia kita ini.merdeka!!!Saya akan mengadakan acara sebagai tanda minta ma’af saya pada nanda tania. Saya akan mengundang nanda tania, teman-teman, dan anak-anak jalanan tersebut untuk menjalani kegiatan satu hari penuh. Tanpa bodyguart, saya juga rindu menjadi masyrakat biasa seperti dulu. Semangat terus nak!!” Tuturan itu membuat tania terharu. Dan para anak-anak jalanan itu tampak sangat senang.
***
Beberapa hari kemudian, sekolah yang di impikan tania sudah mulai terbangun. Sekolah dibuat ditanah kosong seluas empat hektar. Begitupun tania dan teman-teman di undang oleh pak sby ke istana presiden. Seperti yang di janjikannnya, pak presiden dan bu presiden bermain dengan anak-anak jalanan tersebut. Tania sangat senang. Ternyata keluarga presiden dan seperti yang ia pikirkan. Mereka tampak begitu akrab dan bersahabat tanpa ada pembedaan status.
***
Satu tahun kemudian, dengan cepat sekolah khusus untuk anak yang tak mampupun telah berdiri. Sekolah yang bagus, luas, dan superkomplit. Anak-anak jalanan yang di kota besarpun juga banyak di ungsikan disini. Tania,bunga,rafli,lala, dan teman-teman lain pun tampak senang.
“akhirnya kudapat melihat senyum terindah yang begitu nyata di raut wajah anak-anak mungil itu. Makasih banyak ya allah, makasih pak sby.” Ucapnya dalam hati.
“ kalau tak ada kamu pasti semuanya gak bakal terjadi, tan. Salut buat tania.” Ucap rafli.
***
Hari ini adalah hari peresmian sekolah tersebut. Sekolah itu diresmikan langsung oleh pak sby. Dan dihadiri oleh beberapa menteri dan para ahli. Guru-gurunya pun terpilih dari guru-guru yang terbaik. Sekolahnya pun sangat lengkap, di banding sekolah lainnya.
“ta..ra.... Ini buat kak tania.” Kata bunga memberikan sebuah kotak berbungkus kepada tania. Taniapun membuka kotak tersebut. Ternyata isinya adalah sebuah buku yang berjudul t2:tinta tania.
“ nah...lho.. Kebetulan judulnya nama kakak.” Kata tania heran.
“emang ini buku kakak kalee” kata bunga. “ lihat ini penulis: tania ningsih” sambungnya sambil memberi tahu tulisan yang tertera di cover buku tersebut. Tania heran, dan ia membuka lembar perlembar isi buku tersebut.
“ inikan cerpen-cerpenku. Keren!!! Siapa yang ngajuin ke penerbit. Isinya juga keren, full color lagi. Apalagi covernya mengkilat bagaikan kristal.” Puji tania.
“ itu kak rafli lho yang ngajuin kepenerbit. Covernya juga kak rafli yang mendisain.” Jelas bunga. Tania tak menyangka ternyata orang yang dulu sangat di bencinya itu bersifat baik dan peduli.
Tiba-tiba rafli datang membawa sebuah kue ultah untuk tania yang ke-13. Tepatnya pada bulan november tanggal 20. Ulangtahun yang dirayakan sangat spesial. Walaupun waktu semester kenaikan kelas waktu lalu tak mampu mengalahkan rafli, tapi tania tetap senang karena, nilai bahasa inggrisnya sudah meningkat.
Ultah taniapun dirayakan diatas panggung peresmian sekolah murid tak mampu tersebut. Dengan sangat suprise ayah dan ibu tania sudah pulang dari denhaag,belanda. Acara tambah menjadi spesial. Ya.. Jelaslah dirayakan oleh teman-teman, keluarga, dan pak presiden.
***
Ternyata tak sia-sia perjuangan tania selama ini. Akhirnya ia mampu melihat kebahagiaan yang tersirat di wajah mungil polos. Akhirnya baju kumuh itu sudah diganti dengan seragam sekolah yang rapi. Heal the world,, selamatkan dunia ini dari miskin pendidikan, apalagi miskin hati. Ok!! Tak ada yang tidak bisa! Semuanya pasti bisa selama kita masih berusaha dan jangan gampang menyerah dan putus asa.
Date: 29 januari 2010
No comments:
Post a Comment