- Tangisan Bumi-ku
“satu orang satu pohon? Maksudnya apa sich!!” pikir risty sambil memandang langit-langit ruangan kantin sekolahnya. Risty pun hanyut dalam lamunan kata-kata ‘satu orang satu pohon’. Tanpa sadar para sahabat lima sekawannya sudah berkumpul dari tadi mengelilinginya. Mereka hanya memandang risty yang tak sadar-sadar dengan dari lamunanya. Lili yang agak usil melihat keadaan risty yang asyik banget melamun, melakukan sebuah strategi yang tak bisa di tebak oleh teman-temannya. Lili mengambil sebuah kayu dan sebuah botol minuman. Lalu,,,,,
“gempa!!!!gempa!!!gempa!!!gempa!!!” teriak lili sambil memukul-mukul kayu dengan botol air. Risty yang terkaget langsung terbawa oleh suasana gempa yang dibuat-buat oleh lili.
“ gempa!!!gempa!!gempa!!gempa!!” teriak risty yang gak kalah histerisnya dari lili. Risty yang kaget dan ketakutan segera berlari seperti dikejar oleh setan. Lili dan yang lainnya hanya memberi senyuman melihat tingkah risty. Risty tetap berlari dan,,,,,,,,
“ddaaaaaaaaaaaaakkk!!! aw!!!! Sakit!!!” jerit risty menabrak sebuah tiang beton yang ada di dekat pintu keluar kantin. Risty menjerit kesakitan dan kepalanya yang tertabrak berdarah..
“risty?” kata bu meli yang sedang lewat didepan kantin.
“eh,, ibu” kata lili dan teman-temannya.
“risty,kenapa ini?” Tanya bu meli dengan membawa buku dan penggaris besar ditangannya.
“risty gak apa-apa kok bu, Cuma kejedot tembok aja kok!” jawab geisha sambil memperbaiki rambutnya yang baru di bentuk.
“iya, ibu, risty gak apa-apa kok. Jadi gak usah khawatir. Ibu pergi saja.” Kata zia menyambungkan.
“benar risty , tak apa-apa?” Tanya bu meli sambil menatap wajah risty dengan matanya yang seram-beram-keram-de-el-el.
“ya,, sa…..” kata-kata risty terpotong karna kakinya di injak oleh lili. Dan lili cepat mengalihkan pembicaraan.
“ gak apa-apa kok bu,” kata lili sambil mendelikkan matanya ke wajah risty. Risty mengerti akan isyarat tersebut.
“gak apa-apa kok bu.” Kata risty
“kita makan yuk!!” ajak Gea sambil merapikan rambut cutekribonya
“ng,,,,,,,,,,,,,,, ayo!” kata lili sambil merangkul risty untuk cepat pergi dari tempat itu. Melihat anak-anaknya baik-baik saja ia langsung pergi.
***
“kalian ini nakutin dan bikin orang celaka lagi.” Kata risty dengan kesal
“kan, kita-kita gak tau akhirnya jadi gini.” Kata lili sambil membersihkan luka-luka di jidat risty.
“tapi elo juga sich. Masa’ kami dari tadi nongol di depan kamu, kok gak dilayanin malah melamun.” Tambah gesha.
“ia nich!! Emang lo mikirin apa sich??” Tanya lili penasaran.
“enggak!! Tadi ntu gue mikir tentang ‘satu orang satu pohon’ emang itu apa sich?” Tanya risty yang masih penasaran.
“bukannya itu program pemerintah.” Kata lili dengan asal tebak.
“bukanya program pemerintah itu menanam seribu pohon.” Tambah zia dengan menyalahkan istilah yang di pikirkan oleh risty.
“semuanya benar kok,, semua itu dilakukan untuk mengurangi pemanasan global. Karna di bumi ini hutan hanya sedikit. Dan hutanlah sumber udara bersih, sekarang orang banyak mengambil bahan-bahan hutan secara ilegal. Makanya hutan di tanam kembali. Dan untuk mempromosikannya pemerintah membuat program-program seperti yang kamu sebut tadi. Sekarang global worming semakin gawat. Ia memicu iklim dengan cepat. Lempeng bumi terus bergeser, makanya gempa sering terjadi. Sama juga dengan badai angin dan hujan. Nggak kalah dahsyatnya naiknya permukaan air laut. Apalagi beberapa kubik es dikutub utara meleleh. eN juga kabarnya nich, kondisi bongkahan es sangat parah banget.” Kata gea menjelaskan sambil memperbaiki kaca matanya.
“emang itu di mana sich?” Tanya lili yang ikut kebingungan
“ di es sepanjang 450 km yang menyebrangi laut beaufort di utara arktik.” Jawab gea singkat.
“terus apa yang terjadi kalo es udach mencair bahkan gak ada ?” Tanya zia yang ikut bingung
“nach itu !! pertanyaan yang bagus. Tumben otak loe mikir!”kata risty sambil menepuk tangannya ke bahu zia.
“maksud loe?” jawab zia agak sinis.
“ampun!! Zi, Cuma bercanda doank kok ya,,,,ya,,,ya,,,” kata risty sambil mengedipkan matanya.
“so, pasti perubahan iklim nich semakin ganas. Karna pecahan es yang mengapung bebas bakal terdorong keperairan yang lebih hangat dan akhirnya mencair.” Kata gea sambil mengambil minuman yang sudah di siapkan bu kantin.
“terruuuuus!!!” sambung zia yang meminta gea melanjutkannya lagi.
“terus, air laut lebih tinggi lagi permukaannya, secara otomatis bakal meredap daratan yang lebih rendah.” Gea berhenti, dan meminum minumannya.
“terus!!!” kata zia lagi.
“ bukan gak mungkin kehidupan yang ada di pesisir akan ikut hilang seiring bertambah tingginya air laut” tambah dava yang dari tadi mendengarkan omongan gea dan kawan-kawannya.
“eh, bang dava” kata gea melihat abangnya ada dikantin SMP. Padahalkan dava SMU kok bisa di sini.
“situasi gini sangat di pengaruhi oleh iklim dan kondisi alam yang kian memprihatinkan. Kalo aja perubahan iklim gak secepat itu terjadinya, mungkin kondisi es di laut artik belum ada kaitannya.” Tambah dava yang ikut duduk disamping adeknya yang berkaca mata.
“nah, buat menahan laju perubahan yang terus signifikan, satu orang satu pohon dan gak buang sampah sembarangan.” Tambah gea.
“mmm,,,,mm,,,mm,,,” kata risty sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
“by two way kalian tau gak sich kalo bumi ini sedang berduka, dia menangis!!” kata gea.
“emang ada?” Tanya risty
“ ya aaadalah!!” jawab gea dan dava kompak.
“liat aja gletser beku yang ada di kutub utara. Kalo loe liat sekilas mungkin biasa aja. Layaknya dinding es yang sedang mencair. Tapi kalo di liat lebih dalam, dekat, dan emosional lagi, gletser tersebut mirip banget sama raut wajah seorang ibu yang sedang menangis dan menitikan air matanya kebawah. Gambar itu kalo gak salah diambil oleh jon Ove hagen, seorang ahli gletser dan professor geosains dari universitas oslo, norwegia” Kata dava menjelaskan.
“kalo gak salah di lapisan es austfonna yang ada di nordaustlandet,kepulauan svalbard di norwegia sana.” gea menyambung kata-kata dari abang sulungnya tersebut.
“dan kabarnya nich, di gunakan oleh para aktivis lingkungan untuk proses penelitian keterkaitanya dengan perubahan iklim. Ya itu tadi, es yang meleleh mengakibatkan permukaan air laut naik. Hal itu adalah dampak dari global worming yang terus berlangsung hingga saat ini.” Dava tambah menjelaskannya.
“bukannya austfonna itu merupakan kawasan lapisan es terbesar di norwegia. Sekitar 3000 mil persegi semuanya membentang lapisan es.” Zia mencoba menebak.
“terbesar di svalber” tambah risty.
“salah satu yang besar juga di artiktik dan termasuk terbesar ke-tujuh didunia” Tambah lili yang gak mau kalah tebak.
“yups!! Kabarnya nich, penyusutan permukaan gletser di austfonna dalam 12 tahun tersebut mencapai 160 kaki pertahunnya.” Gea menambahkan
Lapisannya pun sudah menyusut 1,6 kubik mil es pertahun. Coba aja kalian bayangkan apa jadinya kalo austfonna mencair?” dava mencoba memberi pertanyaan.
“moga aja enggak,,amin. Jangan sampe mencair lah kak.” Kata gesha yang rada-rada ngeri buat ngebayanagin kalo austfonna mencair.
“austfonna mencair?? Laut semua nich bumi.” Pikir zia dalam hati.
“gue ngerti sekaarang.. bumi mungkin sudah ngasih isyarat kalau dia udah gak tahan lagi menahan beban di punggungnya.” Risty mencoba mengeluarkan pendapatnya.
“ya… begitulah… makanya persahabatan kita ama alam itu penting banget. Kita harus berdamai dengan bumi atau pilih bumi tidur dengan damai” kata gea.
Suasana hening seketika…
“astagfirllah jam berapa sekarang?” dava tiba-tiba kaget ketika melihat jam tangannya.
“gawat!! Cuma kita yang ada di sini.” Kata risty ketakuatan
“mati kita nanti di hukum. Apalagi sekarang pelajaran matematika gurunya kan ganas.” Kata lili ketakutan.
“apa? Sekarang pelajaran pak kumis?” kata gea terkaget.
“ya… mampus gue!!!” kata gesha sambil menggaruk-garuk kepalanya karna bingung.
“elo gimana bang?” Tanya gea ke abang sulungnya.
“ gue sich gak apa-apa. Soalnya tadi itu gue di suruh ngelatih anak SMP buat main basebol. Gue kan udah jadi anggota basebol di Sekolah gue. Makanya disuruh ngelatih anak SMP. Soalnya gurunya lagi tour ke singapura.” Kata bang dava santai.
“terus gue ama temen-temen gue gimana.?” Tanya gea yang kebingungan.
“gak tau juga dek, soalnya abang mau cepat-cepat juga ke ruangan olahraganya. Nanti abang terlambat lagi.” Kata dava sambil berjalan menuju ruangan olahraganya.
“mampus kita.” Kata risty.
“ya,,, udah kita masuk aja dulu. Kita masuknnya diam-diam aja.” Kata zia mencoba memberikan ide.
“oke juga” kata lili,risty, gesha, dan gea. Sambil diam-diam kabur keluar dari kantin.
“non?? Minum ama makanya bayar dulu.!!” Kata bu kantin yang memanggil dari dekat lemari es kantin.
“astagfirllah,, sorry bu. Tunggu bentar ya… gea ambil duitnya dulu.” Kata gea sambil menoleh kebelakang dan mengambil selembar uang lima ribuan dari saku rok SMPnya.
“bayarin semuanya ya gea,, nanti kita-kita ganti,” kata lili.
“ia gea, sekali-sekali keq,,,” tambah zia.
“iya,,, iya,,, aku bayarin. Berapa semuanya bu?” Tanya gea sambil mengeluarkan beberapa lembar uang ribuang dari saku roknya.
“semuanya jadi 63.000.” kata bu kantin sambil memperagakan sebuah kalkulator untuk penjumlahan semua yang di makan oleh gea dan kawan-kawan.
“ apa??? 63.000 makan apa kami tadi bu? Mahal amet!!!” kata gea terkaget.
“bayar aja gea.” Kata lili.
“bayar dari arab.!! Loe pikir gue nyetak duit apa. Duit gue Cuma adanya 51.500” kata gea sambil menhitung-hitung uang yang baru ia ambil dari sakunya.
“nich gue tambahin 5000.” Kata lili
“nich 3000” tammbah risty.
“elo zi?” Tanya lili ke zia.
“gue? Nich 10.000 aja ya??” kata zia sambil mengeluarkan uang dari sakunya.
“gak apa-apa cepat sini. Gue mau bayar nich.” Kata gea yang langsung kembali menuju bu kantin.
“makasih non, ini kembaliannya.” Kata bu kantin tersebut.
“ gak usah bu. Ambil buat ibu aja.” Kata gea.
“makasih atu non.” Ucap bu kantin.
“iya, sama-sama bu.” Kata gea sambil melangkahkan kakinya menuju kedekat teman-temannya.
“ayo!!! Kita jalan.” Kata lili.
Merekapun semuanya berjalan keluar dari kantin. Lili yang berda paling depanpun menjadi komandon dan memberi isyarat kalau ada sesuatu. Ketika menaiki tangga lili paling depan. Dan ia menaiki satu demi satu anak tangga hingga sampai paling atas. Tapi lili melihat seorang yang memakai sepatu kulit berwarna hitam yang tepat berada di depan tatapan matanya. Setelah ia liat dari bawah ke atas,,,,
“oh,,, tidak!!!!” teriak lili
“kenapa li?” Tanya zia.
“pak teddy” kata lili berbisik.
“mana?” Tanya zia.
“itu!!!” lili memberi isyarat ke arah tepat pak teddy yang ada di depannya.
“pak kumis??” Tanya gea keceplosan. Zia langsung menutup mulut gea dan menginjak kaki gea.
“kenapa kalian terlambat?” Tanya pak teddy.
“emmm,,,mmm,,, anu pak!!” kata gesha mencoba menjelaskan meskipun tubuhnya gemetaran.
“anu apa?” kata pak teddy sambil mengeluarkan sebuah mistar panjang.
“eeeh…….. ampun pak.!!! Ampun!!!” kata lili ketekutan.
“ kalian masuk dan berdiri di depan dengan kaki satu dan jewer kuping kalian masing-masing” kata pak teddy dengan lugas.
“Tapi, pak!” risty mencoba mengelak.
“ di tambah nanti bersiin toilet perrempuan.” Tambah pak teddy lagi.
Lili dan kawan-kawanpun berdiri didepan kelas sampai jam pelajaran matematika habis.
***
“tet!!!!!tet!!!!” bel sekolah pun berbunyi. Lili dan kawan-kawannya pun pergi membersihkan toilet perempuan. Dengan perasaan kesal tapi ikhlas mereka tetap membersihkannya.
Tak lama kemudian……
“alhamdulillah kelar juga nich kerjaan. Kata risty keluar dari toilet yang di susul oleh kedatangan kawan-kawannya.
“ayo kita pulang!!!” ajak gea terhadap teman-teman.
Mereka berempat pun pulang.
***
Diperjalanan pulang
“gimana kalo kita jenguk si betty dia kan sakit” ujar zia memberikan ide.
“ayo!! Tapi kita bawa apa?” Tanya risty.
“sisa uang tadi berapa gea?” Tanya zia kepada gea.
“gue kasih ama bu kantin semuanya.” Kata gea melemah.
“sok baik loe!!!” kesal zia.
“ya…. Mana gue tau elo-elo semua mau jengukin si betty.” Kata gea kesal.
“gimana kalo kita main ke rumah elo aja Gea, mau gak ?” lili memberikan ide.
“boleh juga. Tapi nanti bantuin gue itu ya,,, emm,,,mmm,,, bersiin kamar gue ya?” kata gea sambil mengedipkan matanya ke lili.
“insyaallah,, loe gitu banget sich ama kita-kita.” Zia ikut bicara.
“gak apa-apalah kan sekali nich juga.” Risty membela gea.
“ya,,, udach gak apa-apa.” Lili ikut setuju juga.
“ayo kita pergi!!! Lest go guys!” teriak zia.
“tumben loe pintar bahasa inggris” kata gea bercanda.
“ya,,,,, ngejek lagi.” Kesal zia.
“ya,, ampun zi… Cuma bercanda doank kok!!” gea tersenyum pada zia. Dan zia membalas senyuman gea.
***
house
Setelah berjalan dari sekolah akhirnya mereka tiba di rumah gea. Sebuah rumah yang sederhana dan minimalis dengan rumah berwarna coklat muda dengan perpaduan coklat tua. Rumahnya di hiasi oleh tanaman-tanaman hijau. Di samping rumahnya terdapat sebuah kolam ikan kecil. Taman lumayan luas yang dihiasi dengan bunga-bunga dan buah strawberry yang segar. tamannya dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang. Pagar yang alami, yaitu dari tumbuhan yang hidup bagaikan rumput kuat yang bisa dibentuk, seperti yang ada di tengah-tengah jalan di Jakarta. Dengan beberapa lampu mungil yang menambah suasana indah di rumah gea.
“ini rumah elo?” Tanya risty yang seperti rada-rada sombong gitu.
“iya… emang kenapa ? jelek ya,,,” gea merendahkan diri.
“enggak sich… taaapi,,” ucapan risty terpotong oleh injakan kakinya yang diinjak oleh zia. Zia yang mengerti omongan yang akan diucapin oleh risty.
“udah ayo kita masuk.”lili mengalihkan pembicaraan.
“rumah loe keren banget ada tamannya ama kolam ikan. Wow!!! Ada kebun strawbery juga.” Kata gesha takjub ketika mulai memasuki pagar rumah gea.
“ super green” puji lili.
“kita duduk ditengah taman aja yuk!!” ajak gea yang ingin bermain di taman rumahnya gea.
“oke! Juga” jawab risty sambil tersenyum.
“kalian gak masuk dulu.! Ayo kenalan dengan mama-papa aku. Kita kan teman baru.” Ajak gea.
“ayo!” kata lili.
“asalamualaikum!! Bunda adek pulang!!” teriak gea.
“waalaikumsalam,, non geaudah pulang, masuk aja. Bunda lagi bikin kue bolu campur coklat di dapur.” Kata mbok imah sambil membuka pintu rumahnya.
“bolu campur coklat??” gesha terkaget dengan mata yang berbinar-binar.
“non gea bawa temen, wah temen non gea cantik-cantik ya!!” puji mbok imah sambil memandang risty yang seorang mantan model cilik.
“biasa aja kali bi,” kata lili merapikan baju dan rambutnya. Sedangkan gesha masih memikirkan coklat buatan yang di buat oleh bunda gea.
“Bi, apa kami boleh masuk,” Tanya zia yang dari tadi ingin masuk namun terhalang oleh mbok imah yang hanya berdiri tegap dari tadi.
“astagfirllah ma’af non ayo! Silakan masuk!” mbok imah tersadar kalau dia menghalangi gadis cantik itu untuk masuk.
Merekapun masukk kerumah gea. Ternyata didalamnya sangat bagus dan berkesan simple tapi mewah.
“ itu apa gea?” Tanya risty sambil menunjukkan jemari telunjuknya kesebuah lemari kayu antic yang berisi berbagai benda-benda mungil.
“ayo kita kesana!” ajak gea.
“ wow!! Semua benda asal dunia ada!’ puji lili.
“itu pyramid, itu candi, dan itu menara Eiffel..” kagum zia sambil menunjukkan berbagai benda yang ada di dalam lemari tersebut.
“eh,,, ada temen-temenmu ya,, dek.” Kata bunda yang baru muncul dari dapur.
“iya bun,”jawab gea yang langsung pergi menuju bundanya untuk menyalami tangan bundanya.
“eh tante,” kata risty kaget.
“ma, kenalin yang ini namanya zia, ini lili, ini gesha, dan ini risty” gea memperkenalkan teman-temannya kepada bunda.
“o… ini risty yang anaknya pak danu itu kan? Yang model cilik itu.” Kata bunda mencoba menebak tentang risty.
“iiiya, tante” jawab risty terbatah-batah.
“gak nyangka kamu sudah besar ya?” kata bunda sambil tersenym ramah didepannya. Risty pun hanya tersenyum manis. Tapii berbeda dengan teman-temannya yang sama sekali tidak tahu kalau risty mantan seorang model.
“risty model??” Tanya lili dalam hati.
“kok risty gak pernah bilang dia mantan model” kata zia dalam hati.
“pantesan cantik, mulus, mantan moodel!!” kata gea dalam hati.
“elo mantan model?” Tanya gesha kebingungan.
“iya ris, elo kok gak pernah cerita sich!” tambah zia.
“ceritanya panjang, tapi nanti elo-elo semua gue ceritain” kata risty agak melemah.. yang sepertinya ada yang tidak baik.
“udach kalian pergi dulu kekamar gea, nanti tante bawain bolu campur coklat kesana.” Kata bunda sambil berjalan kearah dapur.
“coklat???” mata gesha berbinar-binar.
“ayo! Kita kekamar aku.” Ajak gea sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu kamarnya.
***
Suka kehijauan, cinta kesuburan
“kamar loe keren!!” puji lili terpesona.
“supergreen!!” puji zia.
“kamar loe kok nuansa hijau sich?” Tanya risty.
“karna aku suka kehijauan. I like green, Evergreen”kata gea sambil meletakkan tas teman-temannya ke sebuah keranjang khusus tas.
“o… pantesan.” Kata lili.
“kamar elo kok gak ada air conditioner-nya?. Tapi kok sejuk ya,,” kata risty berpendapat.
“adem banget!!” tambah gesha.
“coba aja kalian buka jendela itu” kata gea sambil menunjukkan kearah empat jendelanya yang diberi hiasan tempelan daun-daunan.
“panas tau!! Sekarangkan masih siang!” kata lili mencoba membantah.
“buka aja!” perintah gea sambil tersenyum manis. Tapi lili membalasnya dengan senyum kecut.
Risty, zia, dan gesha mencoba membuka pintu jendela tersebut.
“wow!! Keren supergreen banget!!” puji risty sambil melihat banyaknya tumbuhan yang terdapat di luar jendela kamar gea tersebut.
“ gileee!!! Keren banget!! Pengen gue rumah kayak elo gea.” Kagum zia.
“liat..liat..liat…” lili mencoba melihat semuanya.
“menakjubkan!!” komentar lili.
“gak nyangka gue, di kota yang penuh polusi ini masih ada rumah hijau kayak gi ni.” Kata risty sambil berbalik kebelakang.
“walaupun sederhana tapi mewah!” kata zia.
“emang apa mewahnya?” kata risty dengan suara berbisik. Karna menurutnya dari tadi tak sesuatu barang yang keliatan mahal. Gesha yang berada disamping risty pun mendengarnya. Lalu secara berbisik juga gesha berkata.
“coba aja elo liat dari jendelanya ini. Nach liat itu garasi mobilnya terdapat enam mobil pribadi disana. Yang satunya ntu kayak yang dipakai para mentri sekarang. Yang super canggih itu.” Kata zia sambil menunjukkan kearah garasi mobil rumah gea yang dipenuhi mobil-mobil mewah.
“bokap loe pengusaha mobil?” Tanya risty pada gea yang sedang asyik menata rambutnya dengan jepitan-jepitan mungil miliknya.
“pengusaha mobil dari hongkong. Papa gue ntu Cuma seorang dokter kok!” jawab gea yang kaget akan pertanyaan dari risty.
“lebay banget sich loe!” kesal zia kepada risty.
“tapi kan setidaknya gue tahu kebenarannya” kata risty berbisik.
Tiba-tiba alunan lagu micheal jakson terdengar. Senuah alunan lagu yang bersumber dari sebuah handphone blackberry bold berwarna hijau diatas meja belajar gea. Dan gea yang mendengar suara itu langsung pergi mengambil handphone dan mengangkatnya. Namun sebelumna gea memandang nama yang menelpon di ha-pe nya.
“ kak ben? Ngapain tu orang nelpon” tutur gea dalam hati. Dengan hati yang seperti ragu-ragu gea menjawab telpon tersebut.
“halo, asalamualaikum.” Salam gea.
“ siapa gea? Di lounspeaker aja!” anjur zia.
Gea menlounspeaker handphone blackberry nya.
“gey, kak dava nya ada gak?” Tanya kak ben.
“kak dava nya belum pulang kak.” Jawab gea.
“o.. belum pulang. Nanti kalau udach pulang telpon kakak ya..” ucap kak ben.
“iya.” Kata gea sambil merapikan jam tangannya.
“ya.. udach mekum” salam ben dengan kata-kata salam yang mungkin kurang tepat.
“waalaikumsalam” balas gea ambil mematikan telponnya.
Gea lalu berjalan menuju teman-temannya yang lagi duduk di atas dipan. Sedangkan risty malah asyik menatap senyum foto-foto album keluarga gea. Gea yang melihat senyum sahabatnya itu langsung mendekati risty.
“ lagi liat foto-foto family gue, ris.” Kata gea sambil mengambil sebuah album foto yang tergeletak di samping risty.
“happy family” kata risty berbisik sambil membuka halaman berikutnya.
“so, pasti.” Kata gea dalam hati.
“ gey, laptop loe mana?” Tanya lili yang duduk baca-baca majalah diatas tempat tidurnya.
“tuch di atas meja smilegreen, disamping tv yang ada ruang belajarnya.” Sambil menunjuk ke sebuah tempat seperti berpintuyang ditutupi dengan gorden yang bergambar daun-daun.
“smilegreen?” Tanya gesha yang dari tadi asyik main psp miliknya, ikut bingung,
“Maksud loe?” zia pun juga kebingungan.
“ maksud gue,, ya,, smilegreen.” Jawab gea singkat.
“ makna nya apa ?” Tanya risty.
“ smilegreen memiliki makna tersendiri bagi setiap orang yang mengartikannya.” Jawab gea seperti seseorang yang bijak.
“bagi loe?” gesha, lili, zia, dan risty barengan bertanya.
“ bagi gue sich. Senyuman para tumbuhan hijau. Tumbuhan-tumbuhan itu tersenyum akan keadaan bumi yang mungkin akan berubah. Hutan yang banyak, dan pohon-pohon yang banyak pula. Sehingga udara ini sejuk. Bebas polusi dan bumi bersahabat.” Jelas gea panjang lebar.
“ o..” ucap lili.
“ o,,, pantesan!!” kata zia yang bikin para sohibnya penasaran.
“ pantesan apa?” Tanya gesha.
“ pantesan, saking sukanya ama kehijauan dan cinta kesuburan, rambut nya pun juga ikut berpartisipasi akan kepedulian gea.” Kata zia sambil tertawa.
“ iya , loe suka kesuburan. Termasuk suka juga kan ama kesuburan rambut loe yang loe bilang cyuuuutkribo?.” Gesha ikut ngomong.
“kalian ini, temen apa temen sich!!” kesal gea yang cemberut.
“ ya,, gea gak asyik ya? Masa’ di ajak bercanda malah diseriusin.” Kata zia yang mendekati gea.
“udach-udach ayo gey, kita ke ruangan smilegreen milik elo itu!” ajak risty meredakan suasana.
Mereka pun masuk ke ruangan smilegreen tersebut. Ketika tiba di depan tempatmasuk tersebut….
“ senyum dan ucapkan salam sebelum masuk!” zia membaca tulisan yang terpampang tepat didepannya tersebut.
“ gila ini ruangan atau apa sich!! Banyak amaet peraturannya.” Kesal lili yang berhenti di depan pintu sembari tesenyum kecut.
“ kayak di skul aja sich!” tambah gesha.
“senyum en ngucapin salam apa susahnya sich!” ujar risty.
“iya juga sich.” Lili membenarkan.
“ asalamualaikum!! Emm……” ucap gesha, lili, dan zia sambil tersenyum.
Risty dan gea saling memandang dan tertawa kecil melihat tingkah laku para sobat-sobatnya itu. Gesha, lili, dan zia sudah masuk duluan. Dan disusul oleh risty dan gea.
“ perpeck!!!” puji lili. Ia memuji ruangan yang berisi foto-foto dan sebuah karpet yang berbulu kribo yang diatasnya terdapat laptop berwarna hijau.
“ ok!! Banget sich.” Risty ikut memuji.
Mereka berkeliling melihat foto-foto yang tertempel didinding ruangan tersebut. Ruangan bagaikan sebuah gallery kenangan. Diantara 1875 jumlah foto ada satu yang membuat lili penasaran. Tanpa mencoba menebak dahulu, risty langsung menanyakan hal itu pada gea.
“ nich foto siapa sich?” Tanya risty sembari memberikan fototersebut. Seorang gadis mungil yang imut dan rambutnya kiwil-kiwil. Gadis mungil yang baru umur 6 tahunan. Berkulit putih dan bertubuh gendut. Meskipun tembem wajahnya tetap cantik karna dihiasi sebuah lesung pipi yang terdapat di sebelah kanan.
“ liat aja dulu itu foto siapa,, ayooo!!! Foto siapa? Tebak!” suruh gea yang semakin bikin penasaran risty.
“ foto siapa sich!” Tanya risty yang tampak kebingungan. Sedangkan tiga sahabatnya sedang asyik memmburu game online di laptop gea.
tok!tok!tok!’ bunyi ketukan pintu.
“ gea, bunda bawa bolu coklatnya! Bunda boleh masuk, sayang?” kata bunda.
“ masuk aja bun!!” teriak gea.
Bunda memasuki kamar gea yang tidak di kunci tersebut. Bunda tak melihat orang di kamar gea. Namun, bunda tidak akan bingung karna ia tau pasti ada diruangan evergreen.
“ ini coklatnya” kata bunda yang baru masuk sembari meletakkan bolu coklat di dekat
“e… tante! Kalau boleh tau ini foto siapa?” Tanya risty sambil menunjukkan sebuah bingkai yang berisi Foto anak kecil tadi.
“ ini foto gea, sayang.” jawab bunda gea lembut.
“ tante tinggal dulu ya....” kata bunda gea yang sembari keluar dari kamar.
“ ini kamu gea,” tebak risty yang masih bingung tak percaya.
gea hanya menjawabnya dengan isyarat senyum saja.
***
YOU ARE NOT ALONE
“oya, risty kamu tadi janji. katanya kamu mau cerita tentang kamu jadi model”kata lili menagih janji Risty. “ iya ris, ceritain donk!!!” pinta gea.
“ jadi model kayak gue itu gak enak” ucap risty.
“ nach lo, kok gak enak ? bukannya asyik jadi model itu, bisa dikenal dan punya banyak fans. iya kan?” tanggap gesha.
“ gara-gara mama sibuk ama aktivitas gue, papa jadi ilfeel ama mama dan selingkuh dengan asistennya sendiri, dan akhirnya ketahuan, ujung-ujngnya cerai. selain gue sedih gara-gara perpisahan mama-papa, gue juga sedih gara-gara gue dipisahin ama adik gue, si peny. gue ikut mama, sedangkan peny lebih milih papa. gue kesepian, percuma punya rumah mewah, mobil banyak, dan tenar. kalo urusan keluarga aja kacau. makanya gue mutusin beberapa kontrak sinetron yang baru-baru ini di tawarin ke gue. karna gak ada gunanya juga. lagian gue pengen punya keluarga yang gak lengkap. gue iri ama kalian.” jelas risty. yang tanpa sadar ia telah menangis tersedu-sedu.
“ apa? elo batalin beberapa kontrak sinetron?!!” kaget zia.
“ apa-apaan sich kamu. bukannya mikir gimana caranya bujuk Risty. nich malah ngurusin sinetron.” kesal lili.
“ gue kan dari dulu pengen jadi artis.” jawab zia lugu.
“ udah-udah...” kata Gea menyelesaikan masalah.
“ you are not alone, friend. kan masih ada kita-kita, jangan sedih lagi ya,,” ucap gesha dengan bijak.
“tumben otak elo berfungsi gesh, biasanya kan niai bahasa inggris elo paling jelek sekelas. iya kan li?” ejek zia.
“ bisa diam gak sich?” kesal gea yang dari tadi ngebujukin risty, sedangkan teman-temannya malah asyik sendiri.
B4(bakso bintang buat betty)
“ ya,, udah lebih baik sekarang kita ke dapur saja, buat bikinin bakso buat betty.” usul gesha.
“ mana mau betty! makan bakso buatan kita. memang kalian bisa ngalahin bakso buatan buk de!!” kata zia yang sangat tau kalau betty itu adalah penggemar bakso buk de yang enak tiada duanya diindonesia.
“coba aja dulu!!!” ucap risy yang pantang menyerah.
“ ok lah kalo begitu..” kata Gea yang tampak ceria karna sudah berhubungan dengan dapur semua saja pasti ia mau. maklum tempat favoritennya itu adalah dapur.
“ minta bantuan bunda kamu juga ya....” kata gesha memohon bantuan dari bunda gea.
“ oke juga lah kalo begitu.... and LEST GO!!!Guys,,!!!” teriak gea dengan ceria.
merekapun keluar dari kamar Gea dan menuju kebelakang, tepatnya itu adalah dapur.
“bun, bantuin buat bakso bintang!!” teriak gea manggilin bundanya.
“hwhaaaa? bakso bintang??” tanya risty bingung.
“ biar unik aja, belum tau betty suka. iya kan?” kata gea.
“ ok juga lah kalau begitu.” kata semuanya setuju.
mereka memulai memasak dan membentuk baksonya yang berbentuk bintang. dan bunda yang membantu membuat kuah baksonya.
***
“ Akhirnya, selesai juga...” kata gesha lega.
“ ta...ra...” cepat cicipi baksonya” kata bunda gea sambil menghidangkan bakso diatas meja makan.
“ wow lezat!!!” puji gesha sambil menggoyangkan lidahnya.
“ ayo buruan dimakan!! bentar lagi katanya mau jenguk betty. kalo udah sampe nanti, titipi salam ya buat betty.” kata bunda yang sedang menyiapkanminum.
mereka memakan bakso buatan mereka sendiri. asyik dan bahagaia. selalu bersama itulah yang mereka rasakan. walu baru besahabat, tapi mereka mampu beradaptasi. tak lama mereka selesai juga memakan bakso tersebut. dan siap-siap untuk pergi kerumah betty.
mereka diantar oleh bang dava, yang juga ingin menjenguk Betty dan pasti ngobrol dengan karel, kakak betty.
tok!!!tok!!!tok!!! bunyi pintu kamar betty.
“ masuk” jawab tante tamy yang sedang ada didalam kamar untuk memberi betty makan.
Gea and friend pun masuk kedalam kamar.
“stop!! tante, kami udach masak makanan kesukaan betty yang super spesial.” kata gesha yang mengambil makanan yang akan dimakan oleh betty. tante tami hanya tersenyum dan meninggalkan mereka didalam kamar.
“ini adalah bakso yang ngalahin enaknya bakso buk de.” jelas gea.
“ mana ada bakso, seenak bakso buk de.” jawab betty yang duduk diatas ranjangnya.
“ coba aja!!” kata gesha sembari membuakan tutup rantang yang berisi bakso.
“ lho!! kok ada pactrick didalam bakso buat gue.” kata betty yang bingung liat bakso yang berbentuk bintang itu.
“coba aja” terang Gesha sembari menyuapkan kepada betty.
betty tampak senang memakan bakso tersebut. namun kesenangan dihatinya tak tampak diraut wajahnya. karna ia ingin membuat penasaran.
“ gimana? enak gak?” tanya risty berharap.
“ gak” jawab betty singkat. kening risty langsung berkerut dan gea tertunduk lesu.
“gak kalah lezatnya ama bakso buk de.” tambah betty.
risty tampak senang besama teman-teman yang lainnya.
“jadi pendapatannya apa nich!! kata pujiannya apa? dan harus ucapin apa?” kata gea.
“ sedepnyo!!!” jawab betty seperti logat upin di serial upin&ipin.
“betul..betul..betul..” jawab temen-temennya kompak yang tampak membalasnya dengan logat Ipin.
semuanya tertawa bergembira . dan betty tampak lebih semangat lagi. sungguh hari jum’at yang menyenangkan.
No comments:
Post a Comment