Larisa puspita siregar, adalah nama seorang cewek berumur 12 tahun lewat enam bulan.dan kalau hari ini lewatnya 16 hari, kalau jam, detik, ama menitnya? Pikir sendiri. Ok!.. Tampang wajahnya cantik dan hitam manis. Larisa blasteran jawa-batak. Namun, logat ngomongnya itu sangat jauh dari logat batak yang keras ataupun dari logat jawa yang kalem. Ortu larisa menghasilkan anak yang gak fertil. Mungkin karna orang tuanya berbeda suku makanya anaknya jadi steril. Hidungnya pesek dan bertubuh sedikit gendut. hoby baca buku-buku dan koleksi komik favoritnya yaitu doooraaaaeeeemooon. Sedikit manja, bawel, dan lebay. Namun gitu-gitu larisa punya jiwa kepedulian yang tinggi. Larisa punya dua sohib yang baik-baik. Namanya carisa dan marisa. Secara kebetulan mereka di pertemukan dengan nama-nama yang mirip- mirip banget. Jadi mereka menamai persahabatan mereka dengan nama “Arisasweety”.
Larisa rajin baca buku, carisa jago main basket, dan Marisa si pujangga.
***
Ada rasa yang tak biasa
Yang mulai kurasa yang entah kenapa
Mungkinkah ini pertanda
Aku jatuh cinta
Cintaku yang pertama
Alunan lagu cinta pertama yang dinyanyikan oleh mikha tambayong, tampak dinyanyikan oleh carisa. Larisa dan Marisa hanya memandang sobatnya dengan curiga dan penasaran.’Jangan! Jangan! Ah tiidaakk!!. ‘ larisa langsung meng-close pemikirannya.
“ehemmm…eheem… ada yang jatuh cinta nich! Ayo.. ngaku!!” kata Marisa sambil mendekati sobatnya,carisa.
“apa-apaan sich!!” bantah carisa yang seperti marah namun tetap senyum-senyum. ‘maksudnya apa sich! Bikin orang penasaran aja.’ Larisa bingung akan sifat carisa yang akhir-akhir ini aneh. Pertama,Carisa lebih sering menyanyikan lagu cinta. Kedua, lebih suka senyum-senyum sendiri. Ketiga, suka melamun. Keempat, selalu ceria. Kelima, sering minta bacain puisi-puisi cinta oleh sang pujangga yaitu Marisa. Padahal nich ya… menurut buku yang larisa baca, itu adalah tanda-tanda seorang gadis jatuh cinta. Tapi, jatuh cinta ama siapa? Apa sama raffa si master matematika ? Apa bagas si capten basket? Atau mungkin irsyad si ketua osis? Atau jangan-jangan Andrew bule London yang terkenal bisa beberapa bahasa Negara.? Mmmm… siapa ya?
“woy!! Ngelamun aja! “ kaget carisa dan Marisa yang memandang sohibnya sedang melamun.
“ pikiran ku terbang terbawa lamunan
Melayang tinggi entah kemana?,,,,,” kata-kata sipujangga Marisa terpotong oleh ucapan carisa yang ingin mengomentari juga.
“melamunin siapa tuch? Ehem..ehem….” kata carisa sambil batuk-batuk .
“ aku tuch lagi mikirin kam……..ups!! bukan mikirin si lia dirumah.” Larisa hampir saja keceplosan.
“emang si lia kenapa di rumah?” Tanya Marisa yang mendekati larisa.
“ lia itu,,,,,,,,eeee,,lagi sekolah, nanti gak ada yang jemput.” Kata larisa ragu-ragu.
“o… emang sopir kamu kemana?” Tanya carisa.
“ lagi dirumah sakit. Istrinya sakit, makanya ia gak bisa jemput.” Larisa memberi alasan agar gak bisa ketahuan.he…he… larisa bakat juga jadi tukang bohong.
***
Teeett!!!tteeet!!! bel sekolah berbunyi. Seluruh siswa-siswi masuk kekelasnya masing-masing. Hari ini larisa dan kawan-kawannya belajar tentang ahlakul karimah. Waktu belajar, carisa juga banyak melamun sambil senyum-senyum gitu. ‘gak salah lagi, pasti carisa jatuh cinta!’ gumam larisa dalam hati sambil menguatkan tebakannya. Larisa pun ikut terbawa lamunan memikirkan larisa.
“carisa….! Kamu kenapa?” Tanya gurunya dengan lembut. Carisa tak terhiraukan dengan panggilan ibu gurunya. Lain dengan larisa, ia langsung tertegun mendengar ucapan gurunya.
“car,,car,,carisa!” Marisa mencoba menyadarkan carisa. Namun, tetap tak terpengaruh. Lalu tiba-tiba sang ketua kelas bagas menegur carisa.
“ carisa, jangan melamun. Wudhu sana! Kitakan masih belajar,ya…..” kata bagas dengan lembut. Carisa yang tadi melamun langsung merespon dengan senyuman, dan langsung pergi menuju tempat wudhu.
“kayak iritabilitas aja sich!! Dapat rangsangan kata-kata lembut dari bagas, langsung direspon. Apa jangan-jangan orang yang dicintainya itu Bagas. Larisa terus bertanya tentang hal-hal itu. Sehingga ia melemparkan sepucuk surat kepada Marisa.
Mar, kenapa carisa. Koq akhir ini dia banyak melamun. Apa jangan-jangan ia menyukai Bagas?. Soalnya, kenapa carisa mau, kalau Bagas yang suruh. N, aku sich curiganya gitu. Law kamu ada yang aneh tidak dari carisa.? Blez..
Itulah kutipan surat yang diberikan untuk Marisa. Marisa yang selesai membacanya langsung membalas dengan rangkaian kata singkat, satu baris lewat dikit. Setelah selesai, Marisa meremuk-remuk kertas itu dan melemparnya. Namun, salah sasaran,,surat itu terlempar tepat di atas kepala capten basket yaitu Bagas. Bagas yang melihat surat yang terdapat dimejanya. Ia langsung membacanya dalam hati.
Larisa, kamu gak tau ya… kalau carisa menyukai Bagas. Katanya sich jatuh cinta gitu lah. Kamu liat aja td.
Bagas membaca surat tersebut dengan senyum-senyum. Dan sepertinya bagas juga menyukai carisa. Marisa langsung mengambil penilaian terhadap respon dari Bagas. Namun, berbeda dengan Larisa yang kebingungan dan ketakutan karna suratnya terbaca oleh Bagas sebagai topic perbincangannya.
“aduch!! Gimana ini… aku kan lagi ngomongin dia. Nanti, kalau carisa tau gimana?” larisa tampak gelisah. Tak lama kemudian carisa masuk kekelas dengan wajah yang berseri dan lebih bersemangat. Dan mereka mengikuti pelajaran dengan baik. Namun, larisa masih tetap bingung.
***
Larisa dan Marisa tampak berbincang-bincang di ruangan olahraga. Sedangkan carisa sedang membeli minuman. Mereka berdua mencuri waktu untuk mengatasi masalah dari sobatnya carisa.
“mar, emang isi surat kamu tadi apa sich?” Tanya larisa memulai perbincangan.
“ tadi tu, aku mau bilang ama kamu kalo si carisa itu…..” lama-lama suara Marisa mengecil.
“ jatuh cinta kan? “ larisa menebak apa yang akan di bilang oleh Marisa.
“ carisa cinta ama Capten basket kita la,” bisik Marisa.
Tak lama kemudian carisa datang membawa minuman dingin yang di pesan dua sohibnya juga.
“lagi ngomongin siapa sich?” Tanya carisa sambil membagikan minuman yang ada didalam plastik.
“car, pinjem handphone kamu !” kata carisa.
“ ambil aja di tas!”ucap carisa.
Larisa mengambil ha-pe carisa dan membuka-buka file dan sms di hape tersebut. Mata carisa tiba-tiba melotot gede, saking gedenya udach mau jatuh.
“ tunggu dulu! Lar, gue ambil baskom dulu buat nampung mata loe.!” Canda Marisa.
“ emang liat apa sich?” Tanya carisa yang merebut ha-pe nya dari tanngan larisa.
“kamu udach Pedekate ya.. ama Bagas ? Tanya larisa yang gak nyangka karna ia gak bisa tahu tentang perkembangan dari sobatnya itu.
Carisa hanya bembalasnya dengan dengan senyum manis.
Bagas… senyummu tak pernah musnah dari benakku
Sapamu selalu terdengar dihatiku
Cinta yang kian bersemi dariku padamu
Cinta yang manis dibandingkan gula
Marisa mengeluarkan kata-kata puitisnya sembari memperagakan ekspresi tangannya.Larisa yang dari tadi bingung sekarang lega karna ia sudah tau apa yang sebenarnya terjadi. Larisa tampak senang dan mendukung yang sedang dialami carisa. Apalagi Marisa sang pujangga . mereka bertigapun bercerita di ruangan olahraga sambil menanti pertandingan basket dimulai.
10 menit kemudian, siswa-siswi tampak masuk keruangan olahraga untuk menyaksikan pertandingan basket antara 7a dan 8a. setelah semuanya masuk barulah para pemain dan juri-juri datang kedalam. Dari 7a captennya adalalh siganteng Bagas. Dan dari 8a kaptennya adalah kak Adi.
“wsuuuiiiiiiiiiiittttt!!!!!! Pertandingan dimulai oleh kak Adi sebagai pemegang bola.
23 menit permainan berlangsung tampak seru dan menegangkan. Skor antara mereka masih tetap 5-5. permainan sangat seru karna sangat jarang terjadi seperti ini. biasanya di menit yang ke-20an,Bagas bisa menshotting bola lebih dari 30 kali. namun, tak tau sekarang mengapa Bagas terlihat agak lemah.
“mungkin karna kapten 8a adalah kakak sepupunya sendiri” pikir carisa dalam hati. sebagai teman yang baik carisa harus mensupport Bagas agar bisa bersemangat kembali.
“ lamunan membawa ku terbang entah kemana
bayangan wajahmu selalu hadir dan muncul dalam pandanganku
ketika aku memejamkan mata sekalipun
oh... bagas engkau membuat hatiku tergila-gila” marisa membacakan puisi cinta untuk carisa yang tampak lagi memikirkan sesuatu. siapa lagi kalu bukan Bagas.
“woy!! sadar car, carisa sadar!” kata larisa sembari me- da,,,da,,da,,kan tangannya kehadapan wajah carisa. namun, carisa tetap tak sadar dari lamunannya itu. ‘emang apa sich rasanya suka ama orang?’ tanya arisa dalam hati.
“hujan-hujan-hujan!!!!” teriak marisa ke telinga carisa. namun carisa tak sadar juga.
“parah banget sich ni anak!” kesal larisa dalam hati. lalu larisa mendapatkan ide.
“bagas menang car, bagas menang car, bagas menang!!” teriak larisa mengemukakan idenya. ternyata carisa langsung tersadar dan langsung teriak.
“chayo!!!! bagas, kamu hebat bisa menang!” teriak carisa sedikit campuran bahasa korea. carisa tampak teriak sendirian. padahal semua orang sedang diam. dan para anggota sedang istirahat. carisa seperti malu sendiri karna orang-orang menertawakan dia. namun berbeda dengan Bagas ia hanya membalas dengan senyuman yang manisnya itu.
larisa dan marisa menatap respon dari Bagas. ‘yang tak slah lagi pasti orang berdua itu saling suka’ pikir marisa, mencoba meramalkan. kedua sohib carisa menyaksikan kebahagiaan yang terasa dalam hatinya.
“ajari aku tuk bisa
menjadi yang engkau cinta
agarku bisa memiliki rasa
yang luar biasa untukmu dan untukku
senandung cinta dari adrian martadinata berdering di handphone carisa yang menandakan seseorang menelpon sekaligus sms.
“bagas??” kaget carisa. tanpa menunggu lama carisa mengangkat telpon dan merekam pembicaraan mereka. carisa tampak senyum-senyum menerima telpon dari Bagas yang mungkin berdurasi 4 menit.
beberapa menit kemudian pertandingan di mulai. hituk-pikuk para penonton men-suport pemain. penonton bersorak ria karna ingin menyemangatkan pemain dukungannya. Bagas tampak semangat dan profesional dalam memainkan bola basket dengan jurus yang diajarkan oleh carisa.
10 untuk 8a dan 37 untuk 7a , skor ini adalah skor terakhir. dan pemenangnya tetap Bagas. entah berapa banyak foto Bagas dipajang diruangan guru sebagai capten basket terfavorit. selama 6 bulan ia masuk sekolah selama itulah ia memenangkan pertandingan basket. carisa melirik bagas dengan senyum-senyum dari jauh.
***
dikamar Larisa...
larisa membaca komik doooraaaeeemooon koleksinya. ia membuka jilbab dan baring di atas kasur empuknya. banyak benda-benda di sekeliling tubuhnya. ad laptop, hape, i-pod, psp, dan banyak lagi.
tok!!!tok!!!tok!!! suara pintu terketuk mengagetkan larisa yang sedang asyik baca komik.
“siapa?” tanya larisa sambil mengenakan jilbab rabbani miliknya.
“siapa sich!” kesal larisa karna pertanyaan nya tak dijawab. Larisa membuka pintu kamarnya dengan cembeyuut.
“supriseee!!!!!!” teriak kakak kembar larisa yang baru pulang dari singapoera.
“bang fauzi?!!” kaget larisa dengan gembira. larisa langsung memeluk abangnya Fauzi.
“ apa kabarmu sayang?” tanya bang fauzi sambil memegang hidung pesek larisa.
“baik banget!!! taaapiii.... kak Fauziahnya mana?” tanya larisa, yang sedih karna kakak perempuan kembaran bang Fauzi belum datang.
“kak Fauziahnya belum bisa datang sekarang, soalnya dia sedang ada study banding ke Amrik,,, “ kata bang fauzi sambil masuk kekamar Larisa.
“yach... gak asyik banget sich bang!!” sebel larisa.
“maklum aja sa, kak Fauziah kan anak berprestasi di Al-azhar makanya ia sibuk.” kata bang fauzi sambil mengambil hape larisa yang ada diatas kasur. larisa yang melihat abangnya membuka hape hanya terdiam lesu. ‘coba aja kak fauziah datang! pasti makin seru,, kak fauziah juga sich!! udach dibilang kuliahnya di singapoera aja,, eh malah nerima beasiswa sekolah di Al-azhar. cape dech!! punya kakak yang keras kepala, jadi gak bisa ngumpul. pulangnya cuma satu kali setahun lagi.’ kesal larisa dalam hati.
meliahat adiknya tertunduk lesu, fauzi mendekatinya dan memberi sebuah buahtangan dari Singapoera. sebuah kotak surat yang bergambar karun kesayangan Larisa. apa lagi kalau bukan Doooraaaemonn. didalam kotak surat itu, ada sebuah surat untuk Larisa yang di tulis oleh kakaknya Fauziah. larisa membuka surat tersebut dan membacanya.
“ carilah sebuah kejutan di dapur”
tanpa memikir panjang lebar Larisa segera turun ke dapur. sedangkan Bang Fauzi hanya mengikutinya dari belakang. bang Fauzi hanya senyum-senyum, seperti ada yang disembunyikannya dari Larisa.
setelah sampai di dapur Larisa tampak bingung.
“kok lampunya mati sich!!!” kata Larisa sambil menghidupkan lampu dapurnya. setelah ia menghidupkannya...................................
“ happy bhirtday to you!!!! happy bhirtday to you!!!! happy bhirtday!!! happy bhirtday!!! happy bhirtday to you!!!” nyanian selamat ulang tahun dinyanyikan oleh teman-teman dan keluarga besarnya. Larisa meneteskan air matanya. dan ia juga merasa sedih karna ulang tahunnya yang ketiga belas ini tak dihadiri oleh kakak tersayangnya. Larisa memeluk keluarganya dan para sobatnya. serta mempersembahkan senyuman manis untuk para teman-temannya.
bang Fauzi tampak membawa sebuah kotak yang amaet!!banget!! besar.. dan kotak itu ia persembahkan untuk Larisa.
“buka!!!buka!!!” teriak teman-temannya. larisa membuka kotak besar itu. ia membukanya dengan mudah, karna membuka kotak itu seperti membuka pintu.
1...2...3... suprizzeee!!!! teriak teman-temannya lagi. didalam kotak itu tampak seorang perempuan cantik berjilbab ungu yang membawa sepiring Sate padang yang isinya tak tau berapa tusuk. ternyata perempuan itu adalah kak Fauziah. larisa langsung berlari dan memeluk erat kak Fauziah yang selama ini di rindukannya.
keluarga dan teman-teman Larisa berkumpul dan mencicipi hidangan yang telah disiapkan sedari tadi. carisa dan marisa tampak memberikan kado istimewa untuk Larisa. kado yang berisii sebuah......
“ha,,,,,,,, boneka katak??” kata larisa ketika membuka kado dari Carisa.
“itu bukanlah boneka katak biasa loe lar,” ucap Carisa
“ maksudnya, nanti katak ini bisa jadi pangeran. gitu??” kata larisa bercanda.
“ emang kamu kira kita di Zaman Princess Belle, apa?” kesal Carisa.
“ nach, terus apa?” tanya larisa yang sambil membolak-balikkan boneka katak tersebut.
“ coba aja pencet hidungnya!” perintah Carisa.
“ maksudnya??” bingung larisa sembari menatap dalam dan lebih dalam ( kayak romie Rafael aja!! he...he...) sobatnya.
“coba aja kenapa sich?” Marisa ikut bicara.
dengan penuh tanda tanya di benaknya Larisa memencet hidung katak tersebut. tiba-tiba katak itu bersuara..
“Larisa sahabat terbaikku. umurmu bertambah dan sisa waktu untukmu hidup semakin berkurang. tanpa terasa pula persahabatan yang kita jalani sudah hampir enam bulan. persahabatan kita seperti “realita persahabatan stawberry dan gado-gado.” terkadang pula kita bersama-sama mengukir senyuman termanis, seperti stawberry. namun, kadang pula semuanya campur aduk keluh, kesal, gembira, tangis, tawa, jengkel, duka, dan cita. itulah yang dikatakan oleh Wulan didalam cerpen karangannya tersebut.”
mata larisa memerah dan meneteskan air matanya. ia memandang sahabatnya tersebut dan memeluk erat sembari berkata,,
“makasih ya...”
“eits!!! tunggu dulu aku juga ada kejutan buat kamu” kata Marisa yang melihatkan sebuah kado.
larisa melepaskan pelukannya dari carisa, dan mengambil kado dari marisa. larisa tampak ingin membukanya namun,,
“baca bismillah dulu” ujar Marisa.
“iya,,bismillahirahmanirahim.” ucap larisa sembari membuka kado tersebut.
“marisa, makasih banyak ya,,,” kata larisa sambil memeluk baju kaos yang di berikan oleh marisa.
sebuah baju kaos yang sangat bagus. gambarnya adalah foto mereka bertiga, foto itu diambil waktu liburan ke trans studio, tepatnya di makasar.
“gak cuma buat kamu aja kali,,!! aku dan marisa juga punya” ujar carisa.
“o....” larisa hanya menjawab dengan satu huruf, karena itu tanda ia mengerti.
***
ketika istirahat, dikantin sekolah,,
“coklat apa tuch?” tanya Larisa sambil memandang sebuah coklat yang di pegang oleh carisa.
“dari Bagas ya?” tebak marisa sambil memakan gorengan tempe yang terhidang di atas meja.
eeheemmm,,,ehm,,, larisa dan marisa pura-pura batuk, maksudnya mau ngejekin Carisa.
“apaan sich!!” jawab Carisa sambil membuka coklat tersebut.
“ Yang Bener nich!! bukan dari capten Bagas!!!” marisa coba menyakinkan.
“iya!! coklat ini dari Bagas.” jawab Carisa sembari memakan coklat tersebut.
“ maksudnya?” bingung Larisa.
“ jangan-jangan!!!” kaget marisa. mata larisa dan marisa melotot besar-besaran (saking besarnya udah hampir jatuh.he,,he,, just kidding☺) mereka sambil menatap satu sama lain.
“beneran car?” tanya marisa terasa gak percaya.
“iiiyaa” jawab carisa seraya senyum-senyum..
“traktir dong!! kan sekarang lagi happy, ya,,ya,,ya,,” Larisa mengambil kesempatan dalam kesenangan( bukan kesempitan sich.. he..he..”
“traktir mbah mu?” kesal Carisa.
“ mbahnya Larisa emangnya siapa? mbah surip atow mbah mbah marijan?” canda marisa. “just kidding friend” tambah marisa lagi.
ketiga sahabat tersebut berbincang-bincang hingga bel berbunyi.
***
teeet!!!teeet!! bel kedua, berbunyi. seperti biasa ArisaSweety berkumpul di kantin sekolah. bagaikan sebuah tradisi, Marisa langsung melahap gorengan tempe yang ada diatas meja bu kantin. sedangkan Larisa dan Carisa memesan dua mangkok Bakso. mereka berdua mengambil minuman dingin di dalam lemari es, setelah itu berjalan menuju meja.
“kamu masih takut ama bakso, mar?” tanya carisa.
“ho...oh,,,”jawab marisa singkat.
“udach lah car, jangan di ungkit lagi. nanti Marisa jadi sedih.” kata larisa Sambil menuangkan saus di Bakso pesanannya yang sudah sampai.
“car, gimana Bagas nembak kamu tadi?”tanya Marisa, seolah-olah lari dari perbincangan tentang bakso tadi.
“cuma kasih Coklat ama Surat Cinta.” jawab Carisa.
“gimana surat cintanya? apa bisa ngalahin kata-kata puitis aku? “ tanya Marisa bercanda.
“ bagas ntu to do point aja. gak ada basa-basi sedikitpun. kalian baca aja nich suratnya? “ jawab Carisa sambil menyodorkan sebuah surat beramplop pink.
“kalau di liat sich,, sedikit romantislah. karna amplopnya warna pink.” ucap Marisa sambil membuka amplop tersebut.
“baca cepet Mar,!” perintah Larisa karna merasa sangat penasaran.
hei carisa,! apa kabar.?
aku ingin bilang sesuatu ama kamu. kalo aku suka kamu. eN, kamu mau gak terima cintaku. kalo kamu terima,, nanti sms ke nomor aku ya!! ne nomornya 081274190597..
sweet greetings from me
bagas saputra
itulah isi surat yang di baca oleh Marisa. surat yang paling hemat dan simple, pendapat Larisa dalam hati.
“gak romantis ya...” ucap Marisa.
“biarlah yang penting tau maksudnya. lagian aku juga gak suka basa-basi. karna kalu dari awalnya aja udah banyak basa-basi,, gimana kedepannya. masa’ cinta hanya di selimuti basa-basi.” jawab carisa bak seorang perempuan dewasa yang menanggapi tentang cinta.
“gaya loe keren juga. udach kayak perempuan gede aja. elo jawabnya.” puji marisa yang heran, karna jarang-jarang carisa bicara sebijak itu.
ketika mereka sedang asyik, tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang bernama Emy. emy adalah seorang cewek kelas VIIC yang dari dulu naksir ama Bagas. dan gak tau juga kenapa ia menemui Carisa and Friend.
“kamu yang namanya Carisa ya?” tanya emy kepada Carisa.
“iya, emang kenapa?” tanya Carisa.
“gak koq,, selamat ya..” ucap Carisa sambil mengulurkan tangannya.
“selamat buat apa?” tanya Carisa heran.
“kamu udach jadian ama Bagas.” jawab emy.
“emang kamu siapanya Bagas?” tanya Carisa yang masih heran.
“gue suka ama Bagas. tapi sekarang dia udach nembak elu jadi.,,selamat ya...” jawab emy sambil lari dari kantin dengan wajah yng sedih.
“ kayaknya hubungan kalian bikin si Emy itu terluka dech!!” kata Larisa menebak.
“ kamu tau nama cewek tadi?” tanya Carisa.
“ya... jelaslah dia itu tetangga aku yang baru pindahan dari Belanda.” jawab Larisa.
“aku jadi gak enak. masa’ gara-gara kesenanganku ada yang terluka.” keluh Carisa.
“ tapi itukan hak kamu. apa kamu mau mengorbankan kebahagiaan kamu?” kata Marisa mencoba mencari sisi positifnya.
“udachlah biar aku pikirin aja nanti” putus Carisa dengan suara melemah.
“ tabah aja ya...” semangat Marisa.
“chayo!!!!” teriak mereka bertiga dengan bahasa Korea yang berarti Semangat.
***
Larisa tampak sedang asyik menekan-nekan telepoon genggamnya,,,
aslmlkum,,,hei s0b4tQ gi N4pain ckrg? aQ mo t4nya aja nich, jadi gak bo2 dirumahQ. cptan dt4n6 ya... aQ udch s!4pin cmuanya. N ckrg hari minggu, mkax dt4ngx pagi-pagi yah!. bi4r Qt nanti bisa maen2 bar3n9. okay? met dt4ng in myH0m3. wslm.
Pesan singkat itu ia send ke kedua sahabatnya. setelah itu Larisa berjalan menuju dapur. Larisa ingin membuat sesuatu buat Sahabatnya. Ia sibuk meracik adonan, untung saja ada kak Fauziah. jadi, Ia bisa membantu Larisa.
***
“akhirnya selesai juga.” ucap Larisa sembari membersihkan tempat masaknya tadi. dan meletakkan sesuatu yang ia buat tadi, untuk sahabatnya.
“ udach dik, ayo cuci tangan ama kakimu. liat tu udach kotor, penuh oleh tepung ama coklat semua.” kata kak fauziah.
Larisa berjalan menuju kamar mandi.
20 menit kemudian,,,
“segerrrr!!!! banget!! udach mandi. betewe, carisa ama marisa kok belum datang sich.” kata Larisa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk di depan kaca.
“dek, udach belum! tu ada Carisa ama Marisa dibawah” teriak bang Fauzi yang baru pulang dari main Basket bersama teman-teman SMAnya.
“ akhirnya datang juga.” kata Larisa. Larisa segera mengenakan jilbabnya dan turun kebawah.
“Dek, pinjam Hape donk!! hape abang habis pulsa nich..” teriak bang Fauzi yang dari kamarnya, yang kebetulan kamarnya tepat disamping kanan kamar Larisa.
“Ambil aja di atas meja belajar bang!” jawab Larisa. dan ia segera turun karna tidak mau diganggu lagi (gayanya kayak orang sibuk aja yach...☺).
setibanya di bawah,,
“kalian ini kok lama banget sich!” kesal Larisa sambil melemparkan bantal-bantal ke temennya.
“sorry,, tadi itu macet banget! soalnya ada yang kecelakaan.” bohong Carisa. karna, dari tadi itu ia asyik telponan dan sms-an sama Bagas.
“kalau aku,? macet juga.” kata Marisa mencoba untuk bohong. karna dari tadi ia sibuk ama laptopnya. maklum, kecanduan internet.
“macet gimana? rumah kamu kan di komplek ini. 200 meter dari rumah aku. macetnya dimana neng,?” tanya Larisa karna ia sudah ada feeling kalau marisa mau coba bohong juga.
“macet kok tadi, tadi itu banyak warga yang beli sayur ama bang Samin.” kilah marisa.
“hubungannya?” tanya Larisa bingung.
“So, jelaslah ada kaitannya donk! saking banyaknya, jalan sampe macet. eN , aku gak bisa lewat dech.” jawab Marisa seperti gak masuk akal banget.
“kalian berdua bohong ya?” tanya larisa.
“jujur kok, dari hati.” jawab Marisa dan Larisa kompak.
“marisa manis,” ucap Larisa.
“ya?” jawab Marisa senyum-senyum, karna jarang-jarang ia di puji.
“bang Samin kemaren sore gak pamitan ya? ama kamu? dia itu kemaren pulang kampung.!” kata Larisa yang kesal karna sudah merasa di bohongi oleh Marisa. Marisa seperti kebakaran jenggot, mukanya merah karna ketahuan.
“iya, aku ngaku. aku online di depan laptop dari tadi.
“ gak banget sich kamu!! makanya sedikit-sedikit ofline donk!’ kesal Carisa ikut bicara.
“ Car, kamu jujur dech ama aku” pinta Larisa kepada Carisa, larisa merasa ia dibohongi juga.
“iya, aku jujur dari tadi itu aku telponananan ama Bagas” Jaawab Larisa jujur.
“nach gitu donk!! jujur ama aku, lagian aku juga gak marah kok!” ucap Larisa sambil memegang bahu kedua sahabatnya.
“taaaaraaaaaa....... ayo makan, ini buatan Larisa loe.” kata kak fauziah yang tiba-tiba muncul membawakan sepiring bolu coklat untuk mereka.
“ bolu coklat spesial ala Larisa. he,,he,,”kata Larisa sambil memakan bolunya. begitupun dengan Carisa dan Marisa.
“ yummy!!” puji Marisa. “ kapan belajar masak?” tambahnya lagi.
“di ajari Raffa” jawab Larisa.
“ so,, Smart” puji Carisa.
“Raffa itu bukannya yang pintar MTK itu ya?” tanya kak fauziah yang tiba-tiba ikut bicara.
“ kakak kok bisa tau?” tanya Marisa bingung.
“ Raffa pernah jalan kesini?” tanya carisa yang ikut bingung.
“ gak tau juga! emang kakak tau darimana?” tanya Larisa yang bingung.
“kemaren kakak datang waktu ada olimpiade Matematika di Amrik, kebetulan kakak sedang studi banding disana. Nach, waktu itu ada perkumpulan para pelajar asal indonesia yang ada di amrik. ngumpulnya itu di rumah kedubes indonesia disana. jadi kakak ngobrol-ngobrol sama Raffa itu. dari situ kakak tau kalo dia skul di skulnya kamu.” jelas kak Fauziah panjang lebar.
ooooo..... ucap larisa, carisa, dan marisa sembari mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
“smart banget ya... si Raffa. pengen aku jadi ceweknya. he...he...” canda larisa. namun, itu memang dari hati loe. karna dari dulu Larisa mengidolakan Raffa. Cowok ganteng, smart, lembut, sopan, santun, baik, dan tidak sombong.
“ngawur kamu!” ucap Kak Fauziah sembari tertawa kecil.
“terus gimana ceritanya lagi kak?” kata Marisa yang ingin di ceritakan lebih banyak lagi tentang Raffa.
“cerita apanya lagi?” tanya Larisa dengan nada jeles.
“ dapat juara ato enggak?” jelas Marisa.
“ so pasti lah. kan pelajar indonesia! Raffa pulang, ngantongin mendali Emas.” kata kak Fauziah.
“semakin suka aku sama Raffa. udach pintar, ganteng, dan berprestasi lagi. I love you Full Raffa” gumam Larisa dalam hati.
***
pukul 20.12 malam, dikamar larisa.
“ gimana cerita hubungan kamu ama Bagas?” tanya Marisa yang sedang asyik internetan di Laptopnya Larisa.
“ya.. gitu dech.” jawab Carisa.
“ terus soal Emy kamu pertimbangkan apa belum?.” tanya Larisa.
“ gimana ya.. aku juga bingung. disisi lain aku kasihan liat emy, disisi lainnya lagi aku keadaan yang begini yang aku inginkan.” jelas Caris yang sepertinya bngung.
“udachlah jangan dipikirin. oya... gimana kamu pacaran ama Bagas? apa ruginya dan Apa untungnya?” tanya Marisa.
“ ruginya, pulsaku Boros. dan untungnya Bagas ama aku tambah care.” jawab carisa sambil senyum-senyum.
“asyik ya... diperhatiin cowok?’ gumam Larisa dalam hati. ia merasa iri pada Carisa. karna, ada orang yang sangat care padanya.
tok!!!...tok!!.. suara ketukan pintu terdengar, sumbernya adalah pintu kamar Larisa.
“siapa?” tanya Larisa sambil berjalan mendekati pintu.
“kakak,sayang!!” jawab kak Fauziah, yang berada di luar.
Larisa segera membukakan pintu.
“eh, kakak.. mau gabung ama perempuan-perempuan cantik ya?” canda Marisa.
kak Fauziah hanya meresponnya dengan senyumannya yang manis. kak Fauziah duduk di sofa mungil yang ada di kamar larisa.
“ajari aku tuk bisa
menjadi yang engkau cinta
agarku bisa memiliki rasa
yang luar biasa untukmu dan untukku
aluan lagu dari adrian martadinata itu, berdering di hp Carisa. Carisa langsung mengambil handphonenya, Carisa sepertinya sangat senang membaca kata demi kata yang tertera di layar handphonenya. setelah kata demi kata usai di baca, ia membalas pesan singkat tersebut. jari tangannya tampak sibuk menekan tombol huruf demi huruf.
“selesai, dan kirim” katanya dalam hati sembari menekan tombol tengah yang tertera.
“ sial pulsanya habis.” kesal Carisa lagi. ternyata pulsa handphonenya habis. padahal kemarin baru diisi lima puluh ribu, masa’ sekarang udach habis. boros banget sich!.
“ pulsa kamu habis? “ tanya Larisa.
“ iya nich, padahal kemrin itu baru diisi lho.” jawab Carisa tertunduk lesu.
“ ruginya lumayan juga ya?” pikir Marisa. yang mendengar perkataan Carisa.
“ ternyata pacaran itu tak seenak yang aku pikirkan. Walaupun ada untungnya, namun kerugiannya yang paling tinggi. untungnya sich cuma ada yang care ama kita.namun ruginya??
1. pemupukan cara hidup boros pulsa.
2. menyakitkan orang lain
3. menghilangkan konsentrasi belajar. contohnya, waktu kemarin Bagas gak masuk sekolah, Carisa memikirkan Bagas terus. bilang gak semangat belajarlah, kesepianlah, dan sebagainya. tapi kalo Bagas udah skul, Carisa malah liatin Bagas melulu. karna kangen, dan ingin bertanya tentang apa yng terjadi pada Bagas. sehingga, Carisa gak konsen dan dihukum oleh pak Tono gara-gara melamun dan gak memperhatikan pelajaran. terdapat dua kerugian, dihukum dan hilangnya konsen untuk belajar.
4. kurangnya komunikasi dengan sahabat-sahabatnya. karna dia sibuk ngurusin Pacarnya.
5. kalo Carisa ditanya ‘kenapa kamu pacaran?’ dia cuma menjawab ‘buat main-main aja’. tapi kalo dipikir-pikir. kalo cuma buat main-main aja. berarti CArisa mau donk di permainkan oleh cowok. “ jelas larisa panjang lebar. CAris ahanya menatap bingung dengan apa yang dikatakan Larisa.
6. Lagian Carisa kan masih kecil
“ tapi kalo dipikir-pikir ada benernya juga sich. emang kamu mau dipermainkan cowok?” tanya Marisa kepada Carisa. kak fauziah lansung mendekati Larisa, Carisa, dan Marisa.
“ iya juga sich, tapi itukan cinta. allah tidak pernah melarang cinta. “ jawab Carisa yang sepertinya kesal.
“ cinta itu adalah cobaan dari allah kepada orang mukmin? apakah ia sanggup menghadapi cobaan ini, atau cinta telah mendorong mereka untuk berbuat maksiat?. pacaran itu tak ada syariat islam.” jelas kak Fauziah.
“ emang nanti kakak asal nikah aja. karna kakak ga pacaran. dan akhirnya cinta tanpa saling cinta. setidaknya kita juga harus mengenal siapa calon suami kita nanti. tak kenal maka tak sayang.” jelas carisa yang tak kalah panjang.
“ tak kenal maka ta’aruf. lagian cinta akan tumbuh seraya waktu berjalan. pacaran itu hampir mendekati zinah. karna pacaran merupakan perkenalan awal untuk berbuat zinah.” jelas kak fauziah lagi.
“ dan orang yang berbuat zinah itu akan dimasukkan edalam neraka.” sambung Larisa.
carisa mersa tertegun dan sadar akan apa yang ia lakukan. ternyata ia salah. carisa pun memeluk Larisa, tak terasa air matanya bercucuran di pipinya.
“ kamu emang sahabatku paling baik.” ucap carisa.
“ makasih juga ya... kak Fauziah. tanpa kalian semua aku pasti tidak akan tau.” kata larisa sambil menangis dihadapan Larisa, kak Fauziah, dan Marisa.
“ dan sekarang kamu juga harus mutusin Bagas. jelaskanlah apa yang kamu dapatkan tadi. dan kamu juga harus minta ma’af pada Bagas.” saran Marisa.
“ pulsaku habis.” jawab Carisa lesu.
“ nich hape aku aja.” marisa mengulurkan tangannya terhadap Carisa untuk memberikan hapenya.
carisapun menelpon bagas, namun ia merasa tidak enak dengan kak fauziah dan yang lainnya. akhirnya ia memutuskan untuk menelpon didekat jendela. agar tidak kedengaran oleh siapapun. tak lama kemudian Carisa kembali lagi mendekati larisa. ia merasa lega. menelpon yang berdurasi 10 menit itu juga tak sia-sia. bagas mau menerima pendapat dari Carisa. dan Bagas juga tau akan kesalahannya juga. setelah itu kak Fauziah keluar dari kamar Larisa. kak Fauziah merasa Carisa akan curhat dengan sobat-sobatnya.
curhatan mereka ternyata sangat lama juga. mereka curhat samapai tengah malam, pukul 00.32. setelah berbincang sangat lama. mereka mengusulkan agar permaslahan tradisi pacaran yang sudah mendarah daging di indonesia ini. harus di hapuskan, terutama bagi kaum muslim karna sangat bertentangan dengan syariat dan hukum agama. mereka memberi usul ingin membuat sebuah oraganisasi Anti Pacar. dan ingin melakukan sejenis seminar gitu. pastinya yang akan menjelaskannya adalah kak Fauziah. mereka berharap rencana mereka berhasil. setidaknya mengurangi angka remaja yang pacaran di indonesia ini. Dan mereka memiliki prinsip yaitu,,
DISPOSE BOYFRIEND IN PLACE, BUANGLAH PACAR PADA TEMPATNYA.!!!!
the End
selesai pada tanngal 5 januari 2010. pukul 18.23 malam.
alhamdulillah...akhirnya kelar juga...
ReplyDelete